Kenapa semua orang bicara soal CV ATS
ATS atau Applicant Tracking System adalah sistem yang dipakai perusahaan untuk mengelola lamaran. Seperti dijelaskan ANTARA dalam artikelnya tentang CV ATS, banyak perusahaan memakai ATS untuk menyaring lamaran secara otomatis berdasarkan kata kunci dan format yang sesuai dengan kualifikasi yang mereka tentukan. Karena itu formatnya harus benar, dan kata kuncinya harus relevan.
Kata kunci dan format memang bisa dirapikan dengan AI. Yang tidak bisa dibuat AI adalah isi yang benar. Sistem boleh meloloskan CV-mu ke tahap berikutnya, tapi di tahap wawancara, HRD dan user akan menanyakan setiap angka yang kamu tulis.
Sebelum membuka ChatGPT: tulis daftar bukti
Luangkan dua puluh menit untuk menulis setiap pengalaman dengan empat hal: posisi sesuai surat keterangan kerja atau sertifikat magang, bulan dan tahun, apa yang benar-benar kamu kerjakan, dan hasil yang bisa dicek. Contohnya begini.
Admin marketplace di toko online keluarga, 2024 sampai 2025: mengunggah produk, membalas chat pembeli, mengatur promo tanggal kembar. Rating toko naik dari 4,6 ke 4,8 (tangkapan layar dasbor toko). Magang di kantor kecamatan, tiga bulan: input data warga ke aplikasi dan menata arsip. Jumlah data per hari tidak tahu, jadi kosongkan saja. Organisasi kampus: bendahara himpunan, menyusun laporan keuangan dua semester, dipresentasikan di rapat anggota.
Bagian yang kosong itu justru penting. Sebentar lagi, bagian itulah yang paling ingin diisi AI untukmu.
Data pribadi yang jangan ikut ditempel
NIK atau nomor KTP, alamat lengkap, nomor HP, email, dan foto tidak diperlukan untuk merapikan kalimat. Hapus sebelum menempel ke AI dan ganti dengan penanda seperti [nomor HP], lalu isi kembali di versi akhir. Data internal tempat kerja lama, misalnya nama klien atau omzet yang tidak dipublikasikan, juga jangan ikut masuk. Cek juga pengaturan alat yang kamu pakai, apakah ada opsi soal percakapan dipakai untuk melatih model.
Langkah 1: minta AI membedah lowongan
Salin seluruh teks lowongan dari JobStreet, Kalibrr, Glints, LinkedIn, atau situs perusahaan, lalu kirim bersama prompt ini:
Bertindaklah sebagai rekruter dengan pengalaman lima tahun. Ubah lowongan di bawah ini menjadi tabel tiga kolom: syarat wajib (pendidikan, jurusan, sertifikat, lama pengalaman, aplikasi yang harus dikuasai); kemampuan yang bisa disimpulkan dari uraian tugas; kata yang muncul lebih dari sekali. Gunakan hanya isi lowongan. Jangan menambahkan syarat yang tidak tertulis.
[teks lowongan]
Lihat kolom pertama dulu. Kalau lowongan minta pengalaman minimal dua tahun dan kamu fresh graduate, pertimbangkan dulu apakah lamaran ini layak dikirim. Kata-kata di kolom ketiga akan menjadi daftar cek untuk langkah berikutnya.
Langkah 2: satu pengalaman dalam satu kali minta
Ubah pengalaman berikut menjadi dua atau tiga poin CV, masing-masing maksimal 25 kata, dengan pola: apa yang dikerjakan + untuk apa atau siapa + hasilnya. Pakai hanya fakta yang saya berikan. Jangan menambahkan angka, persentase, sertifikat, atau jabatan yang tidak saya sebut. Kalau datanya kurang, akhiri poin dengan [kurang: data yang dibutuhkan], jangan menebak. Terakhir, sebutkan bagian mana saja yang kamu ubah.
[Versi lama] Mengelola toko online.
[Fakta] Toko online keluarga di marketplace, 2024–2025; unggah produk, balas chat pembeli, atur promo tanggal kembar; rating toko dari 4,6 ke 4,8 (dasbor toko).
Hasilnya kira-kira: “Mengelola unggahan produk, chat pembeli, dan promo tanggal kembar di toko marketplace keluarga; rating toko naik dari 4,6 ke 4,8.” Semua angkanya ada buktinya. Kalau kamu hanya menulis “bikin lebih profesional”, bisa jadi yang kembali adalah “meningkatkan penjualan sebesar 150%”. Tidak ada yang pernah menghitung angka itu, dan kamu tidak akan bisa menjawab kalau ditanya asal-usulnya.
Setelah semua pengalaman selesai, kirim CV dan tabel dari Langkah 1, lalu minta AI mengecek setiap kata di kolom ketiga: ada atau tidak di CV, dan di poin mana. Untuk yang tidak ada, minta ia bertanya dulu apakah kamu punya pengalaman itu. Kalau kamu memang pernah memakai Canva untuk konten promo, taruh di poin yang paling membuktikan. Kalau tidak pernah, jangan ditulis.
Skor ATS dari situs pembuat CV, seberapa bisa dipegang?
Banyak situs pembuat CV kini menawarkan pengecekan skor ATS dengan bantuan AI. Artikel ANTARA yang sama menyebut salah satunya. Fitur seperti ini berguna untuk menangkap masalah dasar, misalnya kolom yang tidak terbaca atau judul bagian yang tidak lazim.
Tetapi ingat, skor itu dihitung oleh sistem milik situs tersebut, bukan oleh ATS perusahaan yang kamu lamar. Setiap perusahaan memakai sistem dan pengaturan yang berbeda. Jadi jangan mengejar angka 90 atau 100 dengan menjejalkan kata kunci. CV yang cocok dengan lowongan dan jujur isinya lebih berguna daripada CV dengan skor tinggi dari alat yang tidak dipakai perusahaan mana pun.
Penyaringan otomatis juga tidak netral. Kyra Wilson dan Aylin Caliskan menguji model bahasa jenis embedding sebagai penyaring CV, memakai lebih dari 500 CV publik dan 500 deskripsi pekerjaan untuk sembilan jenis pekerjaan. Model-model itu lebih memilih CV dengan nama yang diasosiasikan dengan orang kulit putih pada 85,1% kasus, dan CV dengan nama perempuan hanya pada 11,1% kasus. Mereka juga menemukan bahwa panjang dokumen ikut memengaruhi CV mana yang terpilih. Artinya, angka dari satu sistem hanyalah hasil satu sistem, bukan ukuran mutu CV-mu.

Format yang terbaca sistem dan enak dibaca HRD
- Satu kolom. Template dua kolom, kotak teks, dan tabel sering membuat urutan teks berantakan saat dibaca sistem.
- Judul bagian yang umum: Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keterampilan, Sertifikat. Untuk CV berbahasa Inggris: Work Experience, Education, Skills.
- Informasi penting ditulis sebagai teks. Bar tingkat keahlian dan ikon telepon tidak berarti apa-apa bagi sistem.
- Simpan sebagai PDF dengan nama file Nama-Posisi.
- Foto memang lazim di CV Indonesia. Pasang kalau lowongan meminta, pakai foto formal yang terbaru, dan pastikan tetap satu kolom.
- Bahasa CV ikuti bahasa lowongan. Lowongan berbahasa Inggris biasanya menunggu CV berbahasa Inggris.
- Samakan isi CV dengan profil di JobStreet, Kalibrr, Glints, atau LinkedIn. Rekruter sering melihat profil lebih dulu.
Cek akhir sebelum klik kirim
Bagian ini jangan diserahkan ke AI. Cetak atau perbesar CV-mu, taruh daftar bukti di sebelahnya, lalu periksa satu per satu:
- Setiap angka ada sumbernya: dasbor, laporan, atau surat keterangan.
- Jabatan dan tanggal sama dengan surat keterangan kerja atau sertifikat magang. AI senang mengubah “staf magang” jadi “koordinator”.
- Tidak ada “mahir”, “fasih”, atau “expert” untuk kemampuan yang tidak bisa kamu tunjukkan saat tes.
- Nama perusahaan, kampus, dan organisasi ditulis benar.
- Setiap poin bisa kamu ceritakan dua menit di wawancara. Poin yang tidak bisa kamu jelaskan itu risiko, bukan nilai tambah.
FAQ
Apakah HRD bisa tahu CV-ku dibuat pakai AI?
Kadang bisa, tapi biasanya bukan itu yang membuat CV ditolak. Yang langsung terlihat adalah kalimat umum yang cocok untuk siapa saja dan angka yang tidak jelas asalnya. CV yang setiap poinnya pengalaman nyata tetap aman walau kalimatnya dirapikan AI.
Perlukah membayar situs pembuat CV ATS?
Tidak wajib. Prompt di atas bisa dipakai di ChatGPT, Gemini, atau Copilot versi gratis. Kalau memakai situs pembuat CV, anggap skor ATS-nya sebagai pengecekan format, bukan jaminan lolos di perusahaan tertentu.
Alat AI mana yang paling bagus untuk CV berbahasa Indonesia?
Selisih antaralat jauh lebih kecil daripada selisih yang datang dari daftar bukti dan prompt yang jelas. Perbandingan beberapa alat untuk menulis ada di panduan alat tulis AI.
Sumber
- Bikin CV ATS mudah dengan 5 website ini (ANTARA, 8 Juli 2024) - penjelasan soal ATS dan situs pembuat CV dengan pengecekan skor
- Wilson dan Caliskan, Gender, Race, and Intersectional Bias in Resume Screening via Language Model Retrieval (arXiv) - bias penyaringan CV dengan model bahasa