Satu kalimat: sebenarnya pilih yang mana
Saya taruh kesimpulannya duluan di depan, setiap bagian sesudah ini cuma membuktikan kesimpulan ini. Kalau nggak mau baca detailnya, tiga poin ini saja sudah cukup.
- Pilih DeepSeek: kalau kamu menulis naskah Mandarin (surat resmi, ringkasan, copywriting, cerita), atau butuh dibantu menata logika, menghitung soal matematika, melihat di mana letak salahnya sebuah alur penalaran. Mode "deep thinking"-nya membentangkan seluruh proses berpikirnya di depanmu, jadi kamu bisa mengikuti alur pikirnya dan mencari celahnya, saya pribadi suka gaya seperti ini. Ditambah lagi kuota gratisnya cukup longgar, jadi nggak perlu pelit-pelit menghitung pemakaian tiap hari.
- Pilih ChatGPT: kalau kamu butuh menggambar, minta dia melihat sebuah tangkapan layar dan memberi tahu di mana masalahnya, membaca file PDF atau spreadsheet, memakai berbagai plugin dan tools pihak ketiga terbaru, atau memang ingin dia mencari di internet soal apa yang terjadi hari ini. Ekosistem ChatGPT di bagian ini paling luas, hampir semua masalah yang kamu temui sudah pernah dialami dan ditulis solusinya oleh orang lain.
- Pakai keduanya: untuk situasi resmi (laporan yang harus diserahkan, proposal yang akan dilihat orang lain, konten yang menyangkut angka dan fakta), saya terbiasa menanyakan hal yang sama ke keduanya, baru merasa aman kalau jawabannya cocok. Membiasakan diri melakukan ini jauh lebih berguna daripada terus berdebat "sebenarnya pilih yang mana".
Kalau kamu masih penasaran bagaimana hasilnya kalau Claude, Gemini, dan Wenxin ikut dibandingkan, baca bandingan 5 AI menulis, artikel itu memilih satu dari lima, sementara artikel ini fokus mengulik DeepSeek dan ChatGPT secara mendalam.
Enam aspek, dibandingkan langsung
Tabel di bawah ini saya buat dengan memberi tugas yang sama ke keduanya (menulis penjelasan singkat dalam bahasa Mandarin, mengerjakan soal cerita matematika, menulis skrip kecil, mengolah sebuah gambar, menghitung pengeluaran bulanan, dan memikirkan soal keamanan data), lalu saya beri nilai. Bintang di sini cuma kecenderungan kuat-lemah menurut perasaan saya sendiri, bukan skor yang presisi, rasanya bisa saja beda kalau kamu coba sendiri.
| Aspek | DeepSeek | ChatGPT |
|---|---|---|
| Menulis Mandarin | Sangat kuat, gaya bahasanya luwes | Berkembang pesat dua tahun terakhir, tapi masih sedikit terasa terjemahan |
| Penalaran dan matematika | Mode deep thinking-nya sangat solid | Model reasoning-nya juga kuat, gayanya lebih ringkas |
| Menulis kode | Logikanya jelas, komentarnya detail | Ekosistem dan referensi debugging lebih lengkap |
| Multimodal dan internet | Cenderung lemah, fokus utamanya teks | Bisa menggambar, mengenali gambar, dan browsing internet |
| Harga | Versi web hampir gratis, API-nya murah | Paket gratis cukup, fitur lanjutan perlu bayar |
| Privasi dan akses di Tiongkok | Bisa langsung dipakai di Tiongkok, ada moderasi konten | Akses dari Tiongkok perlu usaha ekstra, data tersimpan di luar negeri |
Menulis Mandarin: mana yang lebih terasa manusiawi
Keunggulan DeepSeek
Saya mencoba memberi kedua tools ini tugas yang sama, yaitu "menjelaskan ke klien kenapa proyek molor". Hasil tulisan DeepSeek kalimatnya pendek, logikanya mengalir, dan terasa seperti orang China betulan yang sedang bicara, tanpa muncul kalimat bernuansa terjemahan berat semacam "kami sangat menyesal atas hal ini dan akan mengambil langkah aktif". Untuk menulis caption ala Xiaohongshu, ringkasan akhir tahun, atau curhatan panjang, gaya bahasa DeepSeek lebih saya sukai secara pribadi, hampir nggak perlu diedit sudah bisa langsung dipakai.
Kekurangan ChatGPT dan usahanya mengejar
Bahasa Mandarin ChatGPT dua tahun lalu memang terasa "berjarak", gampang muncul kombinasi kata yang kurang alami. Dua tahun terakhir ini membaik jauh, apalagi kalau memakai versi model terbaru, tulisan sehari-harinya sudah sulit dicari celanya. Tapi sesekali masih muncul gaya bahasa tulis yang menumpuk dan terasa kaku di bagian yang seharusnya santai. Kalau yang kamu tulis butuh terdengar "seperti manusia", misalnya caption media sosial atau naskah voice-over, saya biasanya memakai DeepSeek dulu untuk draft dasar, baru ChatGPT untuk mengecek celah logikanya.
Apa pun yang kamu pakai, supaya tulisan makin enak dibaca, kuncinya justru ada di prompt-nya, bagian ini bisa dibaca di cara menulis prompt.
Penalaran dan matematika: "deep thinking" ala DeepSeek
DeepSeek punya mode namanya deep thinking (yang paling umum dari seri R1). Kalau diaktifkan, dia membentangkan seluruh proses berpikirnya di depanmu, langkah demi langkah, jadi kamu bisa mengikuti alur pikirnya dan menemukan di langkah mana dia mulai melenceng. Saya sudah coba beberapa soal cerita dan soal logika yang agak berbelit, penalarannya cukup solid, dan karena prosesnya kelihatan, kalau ada yang salah kamu juga gampang menemukan letak masalahnya di langkah mana. Pengalaman ini saya suka, lebih bikin tenang dibanding model yang "langsung lempar jawaban".
Di sisi ChatGPT juga ada model yang jago menalar (seri yang pakai huruf o), kemampuan penalarannya juga nggak kalah, gayanya lebih ringkas, nggak terlalu suka membentangkan semua langkah tengahnya, yang kamu dapat lebih ke arah "hasil plus penjelasan singkat". Kalau kamu memang ingin melihat cara berpikirnya biar gampang mencari kesalahannya, cara DeepSeek menyajikan lebih cocok buat saya. Kalau yang kamu butuh itu cepat, akurat, dan nggak bertele-tele, model reasoning ChatGPT juga sudah cukup.
Satu hal yang perlu digarisbawahi: sekuat apa pun penalarannya, keduanya tetap bisa diam-diam mengarang premis yang sebenarnya nggak ada di satu langkah tertentu. Soal matematika yang sudah selesai dihitung, cek ulang sendiri pakai kalkulator, apalagi yang menyangkut uang dan data, jangan cuma percaya begitu saja pada apa yang dikatakan model.
Menulis kode: sama-sama kuat, bedanya di mana
Untuk urusan menulis kode, saya rasa keduanya setara, yang benar-benar membedakan bukan "siapa yang lebih benar tulisannya", tapi "seberapa cepat kamu bisa menemukan solusi kalau ada masalah". Kode yang ditulis DeepSeek logikanya jelas, komentarnya juga detail, untuk skrip dengan kompleksitas menengah (mengolah spreadsheet, menulis crawler, memperbaiki bug) hasilnya cukup stabil. Keunggulan ChatGPT ada di ekosistemnya yang sangat luas, error atau kendala apa pun yang kamu temui saat menulis kode, hampir selalu sudah pernah ditanyakan dan dijawab solusinya di internet. Kalau kamu memadukan output ChatGPT dengan mesin pencari, proses mencari solusinya jadi lebih efisien.
Ada satu perbedaan lain yang saya rasakan: untuk versi framework yang cukup baru atau library yang agak jarang dipakai, keduanya sama-sama gampang mengarang parameter atau nama method yang sebenarnya nggak ada. Ini bukan salah siapa-siapa, tapi konsekuensi dari jeda waktu data pelatihannya. Tes yang seharusnya dijalankan setelah menulis kode jangan sampai dilewati, terutama jangan langsung memasukkan kode yang belum pernah dites ke lingkungan produksi.
Multimodal, internet, dan cari info terbaru
Di bagian ini ChatGPT jelas lebih unggul. Dia bisa melihat gambar (kamu kirim satu tangkapan layar lalu tanya di mana letak kesalahannya, atau kirim satu grafik lalu tanya apa isinya), bisa membaca file (PDF, spreadsheet, Word langsung dimasukkan untuk dianalisis), bisa membuat gambar, bahkan bisa diajak ngobrol pakai suara, dan bisa browsing internet, kamu tanya "ada berita apa hari ini" atau "berapa harga terbaru merek ini", dia akan mencari dulu baru menjawab. Satu paket pengalaman ini belum dikejar DeepSeek, skenario utamanya masih obrolan teks, kemampuan menggambar dan mengenali gambarnya masih lemah, kalau kamu tanya apa isi tulisan dalam sebuah gambar, kemungkinan besar dia akan kesulitan atau hasilnya biasa saja.
Jadi kalau pekerjaanmu sering "mengolah file, membahas isi gambar, mencari info baru", ChatGPT akan jauh lebih memudahkan. Kalau skenariomu murni bolak-balik teks saja, selisih di bagian ini sebenarnya nggak terlalu penting buatmu.
Uji harga: gratisnya cukup nggak, perlu bayar nggak, API mana yang lebih murah
Langsung ke kesimpulan: buat ngobrol santai sehari-hari, menulis sesuatu, atau tanya hal umum, paket gratis keduanya sudah cukup, jangan buru-buru keluar uang. Dari pengalaman saya, kuota gratis versi web DeepSeek cukup longgar, pemakaian normal jarang mentok; paket gratis ChatGPT juga bisa dipakai, tapi kalau makin sering dipakai, atau ingin memakai model reasoning yang lebih kuat, fitur menggambar, dan browsing internet, paket gratisnya akan dibatasi. Di titik ini baru perlu dipertimbangkan upgrade ke versi berbayar (paket Plus, sekitar 20 dolar AS per bulan, angka pastinya cek di halaman resmi).
Kalau kamu developer yang mau pakai API untuk bikin sesuatu sendiri, harga API DeepSeek lebih murah lebih dari satu tingkat, ini juga salah satu alasan kenapa namanya cukup populer di kalangan developer Tiongkok. Harga API ChatGPT memang lebih mahal, tapi sebagai gantinya kamu dapat rangkaian tools yang lebih matang dan dokumentasi yang lebih lengkap. Angka pasti dari kedua sisi ini sengaja nggak saya patok, karena harga cukup sering berubah, sebelum memutuskan pastikan cek dulu halaman harga resminya, jangan jadikan kesan dari artikel ini sebagai patokan harga.
Privasi, data, dan akses di Tiongkok
Di bagian ini saya coba bersikap netral, nggak memihak, silakan nilai sendiri sesuai kebutuhanmu. DeepSeek adalah produk perusahaan Tiongkok, servernya berada di dalam negeri Tiongkok, tunduk pada regulasi dan moderasi konten pemerintah Tiongkok. Pertanyaan yang menyangkut topik sensitif bisa saja ditolak atau dipotong jawabannya, ini aturan umum berlaku untuk produk internet Tiongkok manapun, bukan cuma DeepSeek. Kelebihannya, kamu bisa langsung membukanya dari Tiongkok tanpa perlu pengaturan jaringan tambahan, dan responsnya juga stabil.
ChatGPT adalah produk OpenAI (perusahaan asal Amerika Serikat), pemrosesan datanya mengikuti kebijakan privasinya sendiri. Secara default, isi percakapanmu mungkin dipakai untuk melatih ulang modelnya, opsi ini bisa dimatikan lewat pengaturan akun, jadi ada baiknya kamu cek dulu status pengaturan ini di akunmu. Mengakses ChatGPT dari Tiongkok membutuhkan pengaturan jaringan tertentu, ini juga yang sering bikin banyak orang kesulitan saat pertama kali coba.
Apa pun yang kamu pakai, ada satu hal yang saya sarankan untuk benar-benar dipegang teguh: untuk hal-hal seperti data internal perusahaan, informasi klien, atau klausul kontrak yang belum publik, cek dulu apakah perusahaanmu punya aturan kepatuhan soal itu, apakah boleh ditempelkan ke tools AI pihak luar. Jangan menganggap remeh begitu saja, ini jebakan yang lebih gampang terjadi dari yang kamu kira.
Pilih berdasarkan kebutuhanmu
Sudah banyak aspek yang dibahas, mungkin lebih gampang dipraktikkan kalau turun ke skenario konkret. Tabel di bawah ini langsung memberi saran berdasarkan "apa yang mau kamu kerjakan".
| Apa yang mau kamu kerjakan | Pilihan utama | Alasannya |
|---|---|---|
| Menulis caption akun media sosial berbahasa Mandarin | DeepSeek | Gaya bahasanya lebih terasa manusiawi, hampir nggak perlu diedit |
| Menyelesaikan soal cerita matematika, mengecek logika laporan keuangan | DeepSeek | Prosesnya kelihatan lewat mode deep thinking, gampang mencari kesalahan |
| Melihat grafik atau tangkapan layar untuk mencari masalah | ChatGPT | Kemampuan mengenali gambarnya kuat, DeepSeek masih lemah di sini |
| Mencari berita hari ini atau data terbaru | ChatGPT | Kemampuan browsing internetnya lebih matang |
| Membaca file PDF puluhan halaman dan mengambil intinya | ChatGPT | Pengolahan file dan multimodalnya lebih lengkap |
| Menulis skrip untuk mengolah spreadsheet, budget terbatas dan mau pakai API | DeepSeek | Harga API-nya jauh lebih murah, cek harga resminya untuk detail |
| Laporan resmi yang harus diserahkan, menyangkut angka penting | Pakai keduanya | Saling mengecek, mengurangi risiko terjebak satu arah pandangan |
Kapan pakai keduanya sekaligus
Kebiasaan saya sekarang, kalau ketemu pekerjaan yang agak penting, saya buka keduanya dan gantian pakai, bukan buat gaya-gayaan, tapi karena masing-masing punya kelebihan di tempat yang tepat. Contohnya menghitung biaya usaha kecil-kecilan: pertama pakai DeepSeek untuk merapikan logika dan angkanya, mode deep thinking-nya bikin saya bisa lihat jelas bagaimana dia menghitung, dan kalau ada asumsi yang salah di satu langkah, saya bisa langsung menemukannya. Setelah itu, baru pakai ChatGPT untuk browsing internet mengecek apakah tarif pajak atau kurs terbaru sudah berubah, lalu minta dia merapikan semuanya jadi materi laporan yang lengkap dengan teks dan gambar, disertai grafik.
Contoh lain, menulis artikel edukasi yang butuh gambar pendukung: kerangka logika dan bagian teksnya pakai DeepSeek sebagai dasar (bahasa Mandarinnya lebih luwes), sementara gambar dan tata letaknya diserahkan ke ChatGPT (kemampuan menggambarnya kuat). Keduanya bukan hubungan bersaing, tapi pembagian tugas, kalau kamu sudah terbiasa memakai kombinasi ini, jauh lebih praktis dibanding ngotot mencari jawaban "sebenarnya mana yang lebih bagus".
Jebakan yang paling sering kejadian saat memilih
Hindari jebakan-jebakan ini biar nggak repot
- Mengira harus pilih salah satu, padahal paket gratis keduanya bisa dipakai bersamaan, nggak perlu memaksa diri berpihak ke satu sisi.
- Cuma baca daftar peringkat dan review di internet lalu langsung menyimpulkan, tanpa mencoba sendiri dengan tugas nyata yang kamu kerjakan, pengalaman orang lain bukan pengalamanmu.
- Mengira ganti tools bisa menyembuhkan kebiasaan "AI mengarang fakta", keduanya sama-sama bisa mengarang dengan percaya diri, ganti tools nggak menyelesaikan masalah, verifikasi sendiri yang menyelesaikannya, bagian ini bisa dibaca di kenapa AI bisa ngaco.
- Menempelkan data internal perusahaan atau informasi klien begitu saja tanpa berpikir panjang, sambil mengabaikan aturan kepatuhan perusahaan sendiri, kalau ada masalah nanti nggak ada yang bakal menanggung buatmu.
- Menganggap harga dan kuota gratis hari ini sebagai fakta yang berlaku selamanya, padahal semua ini sering banget disesuaikan, cek dulu ke situs resminya sebelum pakai, nggak makan waktu lama.
Cocok buat siapa, nggak cocok buat siapa
| Kalau kamu... | Saran |
|---|---|
| Setiap hari menulis materi berbahasa Mandarin, kontennya jadi fokus utama | DeepSeek buat draft dasar, praktis dan gampang |
| Sering mengolah gambar, file, dan mencari informasi | ChatGPT lebih cocok untuk keseharianmu |
| Developer, mau pakai API untuk produk sendiri | Bandingkan dulu harga keduanya sesuai budget, jangan cuma lihat popularitas |
| Baru mulai kenal tools AI, konsep dasarnya saja belum paham | Baca dulu apa itu ChatGPT buat modal dasar, baru balik ke sini |
| Mau bandingan lima tools sekaligus | Artikel ini bukan itu, baca bandingan 5 AI menulis |
| Cuma mau "jawaban baku" tanpa mau coba sendiri | Artikel ini nggak bisa kasih itu, lebih baik langsung coba dengan tugas nyatamu sendiri |
Pertanyaan umum
DeepSeek dan ChatGPT, sebenarnya mana yang lebih bagus
Nggak ada yang mutlak lebih bagus, tergantung apa yang mau kamu kerjakan. Buat menulis Mandarin, menghitung logika, dan hemat biaya, DeepSeek lebih praktis; buat menggambar, mengenali gambar, dan browsing internet buat cari info, ChatGPT lebih lengkap. Coba masing-masing dengan pekerjaan yang sedang kamu kerjakan, jauh lebih akurat daripada dengar kata orang.
Apakah DeepSeek bisa sepenuhnya menggantikan ChatGPT
Bisa menggantikan sebagian, tapi nggak bisa sepenuhnya. Buat pekerjaan yang murni teks, dia bisa diandalkan. Tapi fitur seperti menggambar, mengenali gambar, dan browsing internet yang dipunyai ChatGPT, DeepSeek belum melengkapinya, jadi buat yang sangat bergantung pada fitur-fitur ini, sebaiknya jangan cuma pakai satu tools saja.
Mana yang lebih kuat buat menulis kode
Secara pengalaman kurang lebih setara, DeepSeek logikanya jelas dan komentarnya detail, ChatGPT unggul karena ekosistemnya lengkap dan solusi errornya lebih gampang dicari. Sarannya, coba dua-duanya, gabungkan dengan mesin pencari dan tes langsung untuk memverifikasi, jangan cuma percaya begitu saja pada apa yang dikatakannya benar atau nggak.
Apakah DeepSeek gratis
Versi web untuk pemakaian sehari-hari pada dasarnya gratis, kuotanya cukup longgar. Kalau mau memakai API dalam skala besar, akan dikenakan biaya sesuai pemakaian, harganya lebih murah dibanding banyak produk sejenis. Kuota dan aturan biaya spesifiknya bisa berubah, cek halaman resminya untuk info terbaru.
Apakah ChatGPT bisa dipakai dari Tiongkok
Untuk mengaksesnya langsung dari Tiongkok, dibutuhkan pengaturan jaringan tertentu, ini yang sering bikin banyak orang kesulitan waktu pertama kali coba. Cakupan fitur paket gratis dan paket berbayar (Plus) juga bisa berubah, sebaiknya cek keterangan resmi yang berlaku saat ini, jangan asal ikuti info lama di internet.
Kalau data perusahaan ditempelkan buat ditanyakan, apakah aman
Keduanya punya kebijakan pemrosesan data masing-masing, secara default ChatGPT mungkin memakai isi percakapan untuk melatih ulang modelnya (bisa dimatikan lewat pengaturan), server DeepSeek berada di dalam negeri Tiongkok dan tunduk pada regulasi yang berlaku di sana. Apa pun yang kamu pakai, pastikan dulu apakah perusahaanmu mengizinkan data internal ditempelkan ke tools AI pihak luar, poin ini jauh lebih penting daripada memilih tools mana yang dipakai.
Mau cek lagi? Ini sumber resminya
Harga, kuota gratis, dan versi model yang disebut di artikel ini semuanya bisa berubah. Saat menulis ini saya sudah berusaha seakurat mungkin, tapi sebelum kamu benar-benar memutuskan, tetap cek dulu situs resminya untuk info terbaru, cuma butuh dua menit.
- Situs resmi OpenAI: cek paket gratis dan harga Plus ChatGPT saat ini, serta keterangan pembaruan versi model.
- Situs resmi DeepSeek: cek kuota gratis versi web, tabel harga API, dan keterangan terbaru versi model (seperti V3, R1).
Selalu jadikan halaman resmi sebagai acuan terkini.